Kamis, 31 Mei 2012

Italia

Republik Italia
Repubblica italiana
Bendera


Italia (Listeni /ˈɪtəli/; bahasa Italia: Italia [iˈtaːlja]), nama resmi: Republik Italia (bahasa Italia: Repubblica italiana. Di Italia, bahasa-bahasa lain juga diakui sebagai bahasa daerah di bawah European Charter for Regional or Minority Languages. Nama resmi negara Italia dalam semua bahasa-bahasa tersebut adalah:
Roma, ibukota Italia, selama berabad-abad merupakan pusat politik Dunia Barat. Kota tersebut pernah menjadi ibukota Kekaisaran Romawi. Setelah jatuhnya Romawi, Italia terus-menerus diserang oleh bangsa-bangsa asing, dari suku-suku Jermanik seperti Lombard dan Ostrogoth, hingga Bizantium. Beberapa abad kemudian, Italia menjadi tempat lahirnya Renaisans,[7] gerakan intelektual yang penting dalam membentuk pemikiran bangsa Eropa.
Setelah jatuhnya Romawi, Italia terpecah menjadi negara-negara kecil (seperti Kerajaan Sardinia dan Kadipaten Milan), namun negeri ini disatukan pada tahun 1861,[8] setelah berlangsungnya periode kerusuhan yang dikenal dengan istilah "Il Risorgimento" ("Kebangkitan"). Pada akhir abad ke-19, selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II, Italia menjajah Libya, Eritrea, Somalia, Ethiopia, Albania, Rhodes, Dodecanese, dan konsesi di Tianjin, Cina.[9]
Saat ini Italia memainkan peran penting dalam budaya, diplomasi, dan militer Eropa dan dunia, sehingga Italia merupakan salah satu kekuatan regional.

Asal-usul nama

Terdapat banyak pendapat yang dikemukakan oleh ahli sejarah dan linguistik mengenai asal-usul nama "Italia".[14] Menurut salah satu penjelasan yang lebih umum, istilah Italia (dari bahasa Latin: Italia),[15] dipinjam melalui bahasa Yunani dari istilah bahasa Oscan, Víteliú, yang berarti "tanah anak sapi" (cf. Lat vitulus "anak sapi", Umb vitlo "anak sapi").[16] Sapi merupakan lambang suku-suku Italia selatan dan seringkali digambarkan menyeruduk serigala Romawi sebagai lambang keengganan menyerahkan kemerdekaan Italia. Selain itu, ada pula legenda, bahwa Italia dinamai dari tokoh yang bernama Italus.[17][18][19]
Nama Italia pada awalnya hanya digunakan untuk sebagian kawasan yang kini dijuluki Italia Selatan (menurut Antiochus dari Syracuse, di bagian selatan semenanjung Bruttium). Namun, pada masa Antiochus, istilah Oenotria dan Italia merupakan sinonim, dan nama itu juga digunakan untuk sebagian besar Lucania pula. Lama-kelamaan, orang Yunani terbiasa menyebut "Italia" untuk kawasan yang lebih luas, tetapi baru pada masa penaklukan Romawi istilah tersebut benar-benar meliputi seluruh semenanjung.

Sejarah

Hasil penggalian di seluruh Italia menunjukkan bahwa manusia modern sudah ada semenjak zaman Paleolitik, sekitar 200.000 tahun yang lalu.

Daerah

Italia dibagi menjadi 20 daerah (regioni, tunggal: regione); lima di antaranya mempunyai status otonomi khusus, ditandai dengan *:
Semua daerah, kecuali Valle d'Aosta, dibagi lagi menjadi dua provinsi atau lebih.

Geografi

Italia terdiri dari semenanjung besar yang menyerupai sepatu boot yang memanjang ke Laut Mediterania, bersama dengan dua pulau besarnya Sisilia dan Sardinia. Di timur-laut adalah Laut Adriatik, di tenggara Laut Ionia, kemudian Laut Tirenia di barat-daya dan Laut Liguria di barat-laut.
Pegunungan Apennina menjadi tulang belakang semenanjung ini, memanjang ke arah barat laut hingga bergabung dengan Alpen, barisan pegunungan yang membentuk lengkungan yang membatasi Italia di sisi utara. Di wilayah ini juga ditemukan dataran alluvial besar, dataran Po-Venesia, yang dialiri oleh Sungai Po dengan banyak anak sungainya mengalir dari Alpen, Apennina dan Dolomites. Sungai terkenal lainnya termasuk Tiber, Adige, dan Arno.
Titik tertingginya adalah Gunung Blanc (Monte Bianco) pada 4.810 m. Namun demikian, Italia biasanya lebih dikaitkan dengan dua gunung berapi yang terkenal: Vesuvius dekat Napoli yang sekarang ini tidak aktif dan Etna yang sangat aktif di Sisilia.

Demografi

Penduduk Italia sebagian besar beragama dan berbahasa sama namun dengan budaya, ekonomi, dan politik yang beragam. Italia memiliki kepadatan penduduk terbesar kelima di Eropa dengan 196 penduduk per kilometer persegi. Kelompok minoritas penduduk asli kecil jumlahnya.
Meskipun Katolik Roma adalah agama mayoritas (85% kelahiran di Italia umumnya beragama Katholik), ada beberapa komunitas yang merupakan bagian Gereja Protestan, dan juga Bené Roma yang telah menjalankan Judaisme di Italia selama ribuan tahun. Dan ada juga komunitas imigran Muslim (lihat: Islam di Italia).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar